Editor: Dwi Karyanto
KRUI, DUPAIDO.COM - Pembangunan objek wisata labuhan jukung sebagai perencanaan kedepan sebagai "Brikat Wisata" menuai protes dari masyarakat pesisir barat, pasalnya prosek ini terindikasi menggunakaan anggaran yang semula dianggarkan untuk pemerataan pembangunan dikabupaten pesisir barat berupa Proyek PL ( Penunjukan Langsung ) yang terdiri dari berbagai bentuk pembangunan, namun atas adanya indikasi kebijakan pj.Bupati semua Proyek PL diduga dimusnahkan dan sekonyong-konyong dilakukan perubahan .
Masyarakat tentunya sangat dirugikan dengan perubahan dimaksud, dan jelas pembangunan objek wisata dimaksud terindikasi tanpa perencanaan, sudah seharusnya pemerintah berpikir secara Global bagaimana membangun objek wisata dimaksud sebagai prosentasi jangka panjang . Dan adakah perencanaan global dimaksud, serta adakah pranserta masyarakat berupa jaring asmara dalam hal pembangunan dimaksud, atau masukan dalam Musrenbang .
Beberapa tokoh masyarakat sangat mengecam pembangunan dimaksud, dimana dapat dikatakan diduga tidak menggunakan aturan serta membuat porak poranda objek wisata yang menjadi Icon pesisir barat kedepan . Dan pembangunan dimaksud terindikasi hanya mencari global Pie dari Proyek tersebut .
DPRD Pesisir barat harus pro aktif dengan semua indikasi ketimpangan yang terjadi dipesisir barat . Dan semua wakil rakyat harus on-coll dalam segala aspek pembangunan yang tidak dirumuskan sesuai aturan dan aspirasi masyarakat sangat ditiadakan .
Sumber:Masyarakat Pesisir Barat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar