PESISIR BARAT - DUPAIDO.COM : Dalam pasca Pilkada dikabupaten Pesisir Barat 2015, dimana kabupaten ini merupakan salah satu daerah otonomi baru yang ikut Pilkada serentak, dimana perlu bagi kami untuk melakukan wawancara dengan salah seorang tokoh pemekaran Bung . Dwi Karyanto, dimana dirinya adalah seorang tokoh muda yang aktif dalam serentetan perjuangan pemekaran, dimulai dari KPRPBL, P3KPB , hingga membentuk kekuatan yang diberinama Presidium Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat . Adapun wawancara kami DUPAIDO.COM kepada Bung . Dwi Karyanto ;
--- Bung Dwi, Sejauh mana Saudara melihat kondisi Pesisir Barat secara umum saat ini ?
--- Terimakasih rekan - rekan dari Media Online yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk diwawancarai, saya akan jelas melihat dan menjelaskan bahwa sungguh kita harus bersyukur bahwa kondisi daerah kita sangat kondusif, aman, terkendali dan jiwa kekeluargaan dalam masyarakat kita cukup tinggi dan semua ini harus dipertahankan oleh semua pihak, jadi secara umum kita sangat aman, walaupun akhir-akhir ini tingkat kerawanan kriminalitas berupa Curanmor lumayan tinggi, dan semoga saja hal ini dapat diatasi oleh pihak berwajib tentunya Polri .
--- Bung Dwi, Bagaimana saudara melihat situasi saat ini menjelang Pilkada pertama di pesisir barat ?
--- Oke, seperti yang saya utarakan diatas, bahwa jiwa kekeluargaan kita masih cukup dan sangat terjaga, dan Insya Allah dalam Pilkada nanti pada 09 Desember 2015, semua masyarakat bisa mejaga situasi aman dan kondusif . Namun ada beberapa hal yang menjadi sorotan saya selaku masyarakat, bahwa sangat kita harapkan petugas pengawas Pilkada baik dari tingkat kabupaten hingga dikecamatan harus proaktif dan bisa bertindak tegas, tidak membedakan diantara semua calon yang ada, tentunya harus bisa membedakan mana tugas dan kapan saatnya harus bertindak sebagai keluarga atau teman terhadap semua calon dimaksud . rasanya itu saja harapan saya ....
--- Bagaimana menurut saudara, kondisi penyelenggara Pilkada, dimana masih dilaksanakan oleh KPU Lampung Barat, sementara hanya Sekretaris KPU saja yang merupakan PNS dari Pesisir Barat ?
--- Saya sangat menyayangkan semua ini, dan ini merupakan kesalahan besar penjabat bupati, dia harus tau tugas dan kewenangan selaku Penjabat dong, akhir dari semua tugas tentu harus bisa membentuk KPU serta menghantarkan Pilkada dipesisir barat hingga dilantiknya Bupati Definitif, semua ini sudah tertuang di Undang - Undang No. 22 Tahun 2012 tentang Pesisir Barat, serta jelas di PP. 78 Tahun 2007 . Tapi begini kita harus bijak dalam berpikir, bahwa kita harus melangkah kedepan dan jangan kebelakang, dan dengan niat baik kita akan mampu melaksanakan Pilkada walaupun KPU lampung barat selaku penyelenggara, kita tidak perlu khawatir dengan masalah yang belum terjadi . Namun yang perlu di awasi oleh rekan - rekan Pers dan LSM terutama menyangkut dana Pilkada , dimana kita sudah ditetapkan oleh undang - undang bahwa kabupaten induk sudah memberikan hibah sebesar 5 (lima) Milyard untuk Pilkada kita, dan juga termasuk propinsi yang nominalnya hampir sama . maksud saya diawasi jangan sampai ada penambahan lagi oleh pemerintah pesisir barat, yang dianggarkan melalui APBD , sebab saya sangat khwatir ada sedikit dugaan saya bahwa dana tersebut hanya dikhawatirkan mengalir keseseorang kandidat , kan bisa saja terjadi . Tapi saya tidak menuduh ya ....atau tidak mengatakan nama orang didalamnya .
--- Bung Dwi, anda apakah benar ikut dalam perjuangan pemekaran pesisir barat, coba dijelaskan ?
--- Oya, sebenarnya perjuangan ini adalah seluruh rakyat yang berjuang, namun kalau semua rakyat urus ini pemekaran wah bisa gawat, bisa penuh jakarta .. yakan .., jadi begini saya itu kembali kekampung halaman ditahun 2003, setelah saya merantau di Sumatera Selatan ya,.... ketika itu Bung . Ashar sani masih hidup, dan saya didatangi almarhun serta beliau menyerahkan sebuah profosal berupa satu bundel yang isinya menyangkut opsi masyarakat ingin berpisah dengan lampung barat, .. bagus kok tulisanya dan presurnya sangat jelas , maksud saya penekananya . singkatnya saya inten dengan beliau bertemu, dan pada akhirnya saya dilibatkan di sebuah kepanitiaan yang bernama KPRPBL, mungkin anda sudah tau siapa Ketumnya, dan saya diberi kesempatan bertindak sebagai Sekretaris Umum , kalau tidak salah ditahun 2003 hingga saat ini, sebab belum ada resaple pengurus setahu saya. Namun ditahun 2005 dijaman pemerintahan pak Erwin Nizar, ada gerakan baru yang ingin memperjuangkan Krui jadi kabupaten yang kemudian melakukan Mubes ( Musyawarah Besar ) di way napal, tepatnya dilamban gedung. Diorganisasi ini saya pun diminta oleh seorang tokoh juga yaitu Sdr. Darmansyah nyusi asal pesisir utara, beliau meminta saya untuk menjadi sekretaris di wilayah pemekaran , walaupun awalnya saya tolak, namun akhirnya tawaran itu saya terima .
--- Bung Dwi, Anda tau persis bagaimana proses serta kinerja dari beberapa kepanitiaan ?
--- Alhamdulillah saya mengamati semua itu, tapi ada hal yang sangat memilukan dikala proses perjuangan ditangan P3KPB, kenapa saya katakan demikian..., sebabnya kepanitiaan inilah yang diberi kesempatan untuk memperjuangkan dan kepanitiaan ini menyangkut biaya dianggarkan dari APBD Lampung Barat, tapi sayang perjuangan tidak sampai akhir, dan sempat terombang - ambing, hingga moratorium dari pemerintahan SBY keluar, dimana semua daerah yang akan dilakukan pemekaran dipenting atau distop sementara, ... oya saya sempat coling down di P3KPB sebab saya melihat ada sesuatu yang tak berkenan dihati saya ... panjang kalau saya ceritakan semua ya mas . Lantas ditahun 2012 moratorium dicabut kembali, dan saya bersama teman-teman dijakarta dan kebetulan saya hadir disana, lalu mengadakan rapat dan terbentuklah organisasi baru yang dinamakan presidium, bagi saya yang penting kita lakukan repormasi di nama atau logo perjuangan, intinya kita buat baru yang mana memang sudah terkonsef jelas diotak saya, lantas kita berjuang kalau tidak salah dimulai dari bulan maret 2012 kita sudah stanbay dijakarta meninggalkan krui ya ..., selama dijakarta saya sangat antusias dan semangat, sehingga saya juga menggali semua penyebab kegagalan ketika perjuangan terdahulu, akhirnya saya ketahui semua penyebab dari gedung "F " lantai 7 di Depdagri , maaf ya mas ini saya tutup dulu, tak usah saya jelaskan . Tapi saya tau persis apa penyebabnya ... . Saya teruskan... kemudian presidium bergerak disemua lini dipusat ( jakarta) kita bersatu bagaimana kita masuk nominasi daerah yang harus dimekarkan, walaupun banyak sekali hambatanya mas..., sudahlah tak usah dibahas ... , hehhehe.., tapi bersyukur presidium bisa kawal ini semua dan akhirnya lahir, saya ikuti semua proses pembahasan di jakarta, baik di DPRRI ataupun di Depdagri, ....
--- Bung Dwi, anda berharap pesisir barat memiliki pemimpin seperti apa setelah Pilkada nanti, namun sebelumnya boleh anda jelaskan seperti apa yang saudara idamkan ?
---Baiklah... mas saya coba ya,... terang bahwa saya dan mungkin semua rakyat pesisir barat sangat ingin pemimpin kedepan harus terang dan jelas konsefnya, dan tentunya harus dilaksanakan dengan baik, tapi ini cuma harapan ya ..., kemudian saya melihat ketika saat ini bupati pertama harus dari kalangan muda, namun harus berpengalaman dan berani, kenapa harus muda ? ... nah tugas bupati pertama itu berat mas, banyak sekali permasalahan yang harus diselesaikan dengan cepat dan tegas, bahkan segudang dan yang saya lihat terutama masalah tanah, masalah merubah karakter masyarakat, penyetaraan yang memadai menyangkut PAD , serta banyak hal ya mas, dan tentunya saya berharap bupati kedepan harus mau dan mampu menerima masukan orang lain dan tidak semaunya saja , kemudian tidak arogan dalam memimpin, sebab mimpin rakyat itu mudah tapi susah sekali, apalagi diera saat ini semua masalah dikaitkan dengan siapa pemimpinya ... hehehhe, iya benar kok mas .
--- Bung, Dwi siapa menurut anda yang berpengalaman, ??
--- Oke, yang berpengalaman disini, bukan berarti dia seorang Birokrasi, atau seorang guru, atau seorang yang bekerja pada instansi negara saja, yang saya maksud berpengalaman itu, dia lihai dimasyarakat, mengerti apa persoalan masyarakat, bukan hanya mengerti atas dirinya sendiri atau kelompoknya saja . dan kebanyakan yang bisa keatas dan kebawah menyangkut bagaimana mengurus rakyat dan pemerintahan itu bisa saja dari orang-orang yang inten berorganisasi, inten bukan hanya karena ada kepentingan ya, tapi menyelami secara mendalam, serta rekam jejak keberhasilanya, ditambah satu hal jangan saja tergolong orang yang bersifat " Ria " .. rasanya cukup ya mas wawancaranya ...
--- Bung, Dwi Terimakasih atas waktunya, semoga Bung Dwi tetap pada posisi sebagai seseorang yang senantiasa berpihak kepada yang benar ...,
--- Insya Allah mas, yang penting kita hidup jangan menggantungkan kepentingan pribadi atau keluarga, perbanyak ikhlas dalam perjuangan untuk orang banyak, biar tetap diberi pemikiran yang cerdas dan cemerlang , oke mas, salam buat keluarga .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar