Burem - DUPAIDO.NET | Mengabarkan Yang Akurat & Terkini

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Sabtu, 19 September 2015

Burem


          
                     " Ketika Maling Teriak Maling dan yang nangkap juga maling "

Seketika semua terdiam yang tadinya cengkerama dengan gelak tawa begitu riangnya, rupanya siudin datang dengan membawa sembako satu karung, tak terasa air lur satu diantara sepuluh manusia yang ada keluar dengan mengalir deras, kemudian disusul oleh dua orang yang menangis hingga airmata nya mengalir, masing -masing dari air liur dan air mata saling bertanya sementara yang lainya hanya tetap diam membisu sambil menunggu karung sembako dibuka dan dibagikan . 

Ternyata airmata terus mengalir dengan derasnya setelah bungkusan plastik kecil berada ditangan mereka berdua, dan air liur terhenti ketika mendapatkan bungkusan itu, saling menatap antara satu dengan yang lainya, sehingga tak terasa si juhai mengeluarkan tawa dan berkata.... semoga sembakonya ada uang didalamnya sebab dihatinya mengatakan bahwa hari ini dirinya tak bisa membeli rokok . Diantara air liur, air mata dan diam semua menghantarkan si mail penghantar sembako yang hendak pergi, lalu mereka semua kembali tertawa kemudian membuka bungkusan secara perlahan . Setelah simail berlalu dari pandangan mereka, dua diantara mereka berkata kalau begini sedikitnya yang setengah karung lagi dibawa kemana ... tegur mereka dalam hati, lalu mereka mengejar si pengantar sembako tadi, dan mengintai dari belakang, terlihat oleh mereka sipenghantar sembako sedang membuka bungkusan dan memisahkan beberapa bagian dari isi bungkusan, kemudian mereka mendekat dan berkata, kenapa dipisah ...?? ah tidak semua juga biasa saja, saya mengambil keputusan sendiri, jika tidak saya pisah maka tidak akan cukup terbagi, dalam hatinya sipembagi.. masih untung jatah kalian tidak saya potong . 

Dalam perhelatan politik sikonsultan politik menemukan angka kejanggalam rakyat di sebuah suaka manalaka yang hampir rata-rata miskin dan tidak berpendidikan, dan konsultan politik memberikan arah agar melakukan gerakan bagi-bagi kebahagiaan berupa bungkusan kresek, selain itu disebabkan karena sipenganten belum dikenal banyak orang, kebetulan langkah ini diambil sebagai sebuah keputusan , anehnya seperti ini memang digemari oleh khalayak , mereka selalu menyebut-nyebut didermawan yang hampir ketinggalan kereta itu. Ternyata kemiskinan menjadi dasar utama serangan granat kecil dalam pertempuran, lantas bagaimana dengan pasukan lain ... ditengah pertemburan rupanya lawan sedang menyusun siasat baru yang lebih bagus, sementara lawan hanya memiliki seorang panglima yang berpengalaman dalam perang, bahkan karena pengalamanya peperangan bisa dikuasai dengan banyaknya pasukan lawan yang berpihak kepihaknya ... aneh sekali ya, mungkin saja dan ini butuh khayalan panjang, starategi apa yang dimainkan mereka, sampai saat ini teruslah semua ini akan menjadi teka-teki bagi semua pihak . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad