Hutan Manis Lalu Menangis Lalu Dan Lalu I Oleh Dwi YuliKaryanto - DUPAIDO.NET | Mengabarkan Yang Akurat & Terkini

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 10 November 2017

Hutan Manis Lalu Menangis Lalu Dan Lalu I Oleh Dwi YuliKaryanto


Hutan Manis Lalu Menangis dimana hati mereka membuat tisu palsu dan melakukan sebuah perjalanan gaib yang tak menentu, mereka merasa berkuasa gagah dan berani membuat hutan itu menangis dan begitu banyak yang menimang sehingga mereka terjepit tangan dan kaki lalu berlalu dan menghilang . Sungguh sebuah kepalsuan melilitnya gulma pada sebatang kayu tentu tak menyurutkan hati untuk mendapatkan sesuatu ujar Minak Kaluku yang selalu terbuka kantong bajunya untuk diisi selalu haus walaupun hari hujan dan tak pernah tidur menghitung berapa hasil rampokan . 

Dunia selalu berpesan jangan buat hutan menangis bahkan berjuta hati melihat senang ketika hutan itu terlihat manis, sehingga tak heran begitu mulya keadaan selama ini, musim perampokan telah tiba saatnya hutan menangis , bukan hanya dicincang ibarat daging sapi dan ayam potong, akan tetapi mereka mengangkut dan melipat lipat sehingga mereka beralih nama walaupun seharusnya tak bisa , ini nyata dan jelas bahwa sipohon pala tak kuasa menahan nafsu sang burung emprit untuk menjajah dunia belantara, tersikap sesekali membuat malu akan tetapi berlalu sebuah langkah tak menandingi  bahwa diri rakus dan dan hati membusung .

Banyak hati mengatakan jangan namun mereka berpetualang seakan tak akan tau bahwa sehari ini kemarau dan besok akan turun hujan, jelas mereka tak tau dan tak kuasa, akan tepai mereka maih tak mengulur diri, si tolol menunjukan diri bahwa sitolol bisa bekerja walaupun ditolak, dan akhirnya sibagong pulang kehabitatnya dengan ulah payah tak bermakna dengan cerita tangisan siburung emprit memberinya hiburan sisa makanan dan kotoran menumpuk dimukanya, lalu kapan kebosanan itu timbul sehingga lelahpun menghampiri dengan segudang piagam kegundahan hati yang sikonyol miliki disaat dia baru bisa terbang dan separoh sayapnya terbakar karena ulahnya sendiri .

Banyak badut sudah merubah jati diri kini mereka terkesan berwibawa walaupun sesungguhnya hati mereka berduka selamnya berduka, siburung emprit berkicau lantang lalu barisanpun mulai menampakan diri, tubuh mereka gatal dan mencari pemandian yang mereka inginkan, pemandianpun dipenuhi udang sesuai impian mereka dengan lidah menjulur mereka merendam diri , rasa haus laparpun hilang ketika siemprit menyapa dan menyalami para gaib peluntur jimat para rampok penuh keabadian, tak disangka tumbuhan perambat pohon mengikuti mereka dengan setinggi pohon kelapa dan aliran alir yang di alirkan dengan semen bercampur lumpur dengan batu hanya tertempel ditanah merah, sehingga tanpa lelah merekapun terus melirik serta bersembunyi dalam satu kegelisahan atas air, tanah dan angin sebab leluhur mereka menangis melihat ulah yang tak sudah seolah mereka tak tau jika buah yang dimakan mereka adalah buah Begok dan dianggap buah apel, kasian sekali mereka berbaris tanpa muka .  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad